Perilaku Hidup Bersih, Bahaya Narkoba dan Bahaya Merokok

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan sangat diinginkan oleh setiap orang. Menurut Organisasi Kesehatan Duni (WHO), kesehatan adalah keadaan yang utuh secara fisik, mental, dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit. Terdapat banyak cara untuk menjaga tubuh kita tetap dalam keadaan yang sehat, salah satunya adalah dengan menerapkan gaya hidup yang bersih dan sehat.

  • Pengertian

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau yang disingkat dengan PHBS, adalah semua perilaku dimana seseorang dapat menolong dirinya sendiri, keluarga maupun orang lain yang berada disekitarnya di bidang kesehatan dengan berperan secara aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan tersebut.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga yang senantiasa saling memperhatikan dan menjaga kesehatan masing-masing anggotanya dapat mencerminkan pola hidup bersih dan sehat. Program PHBS memiliki prinsip yaitu “mencegah lebih baik daripada mengobati”.

Perilaku hidup bersih dan sehat dapat menjadi salah satu cara untuk menghasilkan anggota keluarga dan kelompok masyarakat untuk dapat mandiri di bidang kesehatan. Untuk itu diperlukan komunikasi yang baik antara para petugas kesehatan dengan para anggota keluarga dan kelompok masyarakat dalam pemberian informasi dan pendidikan kesehatan yang baik.

 

  • Tujuan

Tujuan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah agar meningkatnya pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan para anggota keluarga dan kelompok masyarakat, swasta serta dunia usaha untuk berperan aktif dan bersama-sama berkomitmen dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

 

  • Implementasi

Implementasi atau penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dapat dilakukan di rumah, sekolah, tempat kerja (kantor), tempat umum dan di fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit). Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tentu tidak semudah membalikan telapak tangan. Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat membutuhkan proses yang cukup panjang dan bertahap. Masing-masing para anggota keluarga dan kelompok masyarakat membutuhkan waktu untuk dapat menyesuaikan diri untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan mereka.

Berikut ini adalah contoh-contoh implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan keluarga (rumah), sekolah, tempat kerja (kantor), tempat umum dan fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit).

  1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan keluarga (rumah)

Pengenalan akan PBHS dapat dimulai di lingkungan keluarga agar nanti diharapkan akan berdampak dan berlanjut di lingkungan masyarakat. Terdapat 10 upaya untuk memberdayakan anggota keluarga/anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di lingkungan masyarakat.

  • Persalinan oleh tenaga kesehatan

Persalinan seorang ibu hamil sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah berpengalaman (professional) agar dapat terhindar dari resiko yang tidak diinginkan dan agar dapat menjamin keselamatan jiwa si ibu hamil dan calon bayi yang akan dilahirkan.

  • Memberi ASI eksklusif

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) saja (tanpa makanan pendamping ASI) secara terus menerus sampai bayi berusia minimal 6 bulan. Setelah itu dapat diberikan pula makanan pendamping ASI dalam bentuk makanan lumat dengan jumlah yang sesuai dengan perkembangan usia bayi. Pemberian ASI juga tetap dianjurkan hingga bayi berusia 2 tahun.

ASI memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi bayi. ASI mengandung zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan. ASI mengandung zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari berbagai jenis penyakit. ASI juga dapat membuat bayi terhindar dari alergi. ASI juga aman dan terjamin kebersihannya karena disusui kepada bayi dalam keadaan segar sehingga ASI tidak akan pernah basi, mempunyai suhu yang tepat dan dapat diberikan kapan saja dan dimana saja. Selain itu, ASI juga membantu refleks menghisap, menelan dan pernafasan bayi.

  • Menimbang balita setiap bulan

Menimbang bayi dan balita setiap bulannya secara rutin dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita dari berat badannya. Selain itu, penimbangan bayi dan balita juga dapat disertai dengan pemeriksaan kesehatan bayi dan balita. Sehingga kesehatan bayi dapat diketahui dan resiko terkena penyakit dapat diketahui atau dideteksi secara dini.

  • Menggunakan air bersih

Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci pakaian, mencuci alat-alat dapur, dan lain sebagainya.

Kekurangan air bersih, sanitasi lingkungan  dan kebersihan perorangan dapat menimbulkan penyakit yang kemudian akan menjadi wabah.

Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indera kita, antara lain (dapat dilihat, dirasa, dicium, dan diraba), tidak berwarna harus bening dan jernih, tidak keruh, bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya, tidak berasa, tidak berasa asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan tidak pahit, harus bebas dari bahan kimia beracun. Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk atau bau belerang.

Air bersih memilki berbagai manfaat seperti terhindar dari gangguan penyakit seperti diare, kolera, disentri, thypus, cacingan, penyakit kulit atau keracunan. Selain itu dengan air bersih setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.

  • Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

Air yang tersedia tidak selamanya terjamin kebersihannya dan mungkin mengandung kuman penyebab penyakit. Bila air tersebut digunakan, dapat menyebabkan kuman penyakit berpindah ke dalam tubuh. Pada saat kita makan, kuman akan sangat dengan cepat masuk ke dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit. Setelah mencuci tangan, secara kasat mata tangan kita terlihat bersih, padahal sebenaranya masih ada kuman yang melekat. Sabun dapat membersihkan kotoran-kotoran yang ada di tangan kita. Tanpa sabun, kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.

Saat-saat yang paling tepat untuk kita mencuci tangan yaitu saat sesudah buang air, setelah menceboki bayi atau anak, sebelum makan dan menyuapi anak, setelah memegang hewan, setelah bermain di tanah, lumpur atau tempat kotor dan setelah bersin/batuk.

Berbagai manfaat dapat kita peroleh dari mencuci tangan menggunakan sabun yaitu tangan menjadi bersih dan bebas kuman, mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera, disentri, thypus, cacingan, penyakit kulit, influenza, flu burung, dan lain sebagainya.

Terdapat beberapa langkah dalam mencuci tangan dengan sabun secara baik dan benar :

  • Membasahi seluruh bagian permukaan tangan dengan air bersih mengalir
  • Menggosok sabun ke telapak, punggung tangan dan sela jari
  • Membersihkan bagian bawah kuku
  • Membilas tangan dengan air bersih mengalir
  • Mengeringkan tangan dengan handuk/tisu atau mengeringkannya dengan diangin-anginkan.
  • Menggunakan jamban sehat

Jamban yang sehat dapat membuat kita terhindar dari penyakit diare, kolera, disentri, thypus dan cacingan. Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk memelihara jamban yang sehat antara lain menjaga lantai jamban agar selalu dalam keadaan bersih dan tidak tidak tergenang air, membersihkan jamban secara rutin dan teratur sehingga lubang jamban dalam keadaan bersih, menjaga agar di dalam jamban tidak terdapat kotoran yang terlihat, tidak ada lalat, kecoa, tikus yang berkeliaran, selalu tersedianya alat pembersih (sabun, sikat, dan air bersih), tersedianya cairan pembunuh kuman, jamban harus sering dibersihkan dan tersedia air untuk membilas, dan jarak antara sumur dengan jamban lebih dari 10 meter.

  • Memberantas jentik nyamuk di rumah seminggu sekali
  • Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari
  • Melakukan aktivitas fisik setiap hari
  • Tidak merokok di dalam rumah
  1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan sekolah

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan sekolah sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Terdapat beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu :

  • Mencuci tangan dengan aliran air yang mengalir dan menggunakan sabun
  • Mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
  • Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
  • Olahraga yang teratur dan terukur
  • Memberantas jentik nyamuk
  • Tidak merokok di sekolah
  • Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan
  • Membuang sampah pada tempatnya
  1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan tempat kerja (kantor)

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tempat kerja bermanfaat bagi peningkatan kesehatan pekerja sehingga tidak mudah sakit. Sealin itu bermanfaat bagi peningkatan produktivitas pekerja sehingga berdampak pada peningkatan penghasilan pekerja dan ekonomi keluarga.

Manfaat lain juga akan berdampak bagi masyarakat yang berada di sekitar tempat kerja tersebut. Masyarakat tetap mempunyai lingkungan yang sehat walaupun berada di sekitar tempat kerja. Bahkan masyarakat dapat mecontoh dan mengikuti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang dilakukan oleh tempat kerja tersebut. Bagi tempat kerja itu sendiri akan berdampak pada peningkatan produktivitas kerja pekerja yang berdampak positif terhadap pencapaian target dan tujuan. Menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan, serta meningkatnya citra tempat kerja yang positif di mata masyarakat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan tempat kerja juga berdampak bagi pemerintah proovinsi dan kabupaten/kota yang dilihat dari peningkatan tempat kerja sehat yang menunjukan kinerja dan citra pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang baik. Selain itu akan berdampak pula pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dapat dialihkan untuk peningkatan kesehatan bukan untuk menanggulangi masalah kesehatan. Manfaat terakhir adalah dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain.

Contoh-contoh penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat antara lain tidak merokok di tempat kerja, membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja, melakukan olahraga secara teratur / aktifitasfisik, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan buang air kecil, memberantas jentik nyamuk di tempat kerja, menggunakan air bersih, menggunakan jamban saat buang air besar dan kecil, membuang sampah pada tempatnya, mempergunakan alat pelindung diri (APD) sesuai jenis pekerjaan.

  1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tempat umum

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tempat umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat umum yang sehat.

Tempat umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah, sarana perdagangan dan olahraga, dan saran sosial lainnya.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tempat umum yaitu :

  • Menggunakan air bersih
  • Menggunakan jamban
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Tidak merokok di tempat umum
  • Tidak meludah sembarangan
  • Memberantas jentik nyamuk
  1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit)

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat, pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan fasilitas pelayanan kesehatan yang sehat dan mencegah penularan penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan guna efektivitas Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di fasilitas pelayanan kesehatan yaitu :

  • Mencuci tangan pakai sabun (hand rub/hand wash)
  • Penggunaan air bersih
  • Penggunaan jamban sehat
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Larangan merokok
  • Tidak meludah sembarangan
  • Pemberantasan jentik nyamuk

Bahaya Narkoba

  • Pengertian

Narkotika dan Obat-obatan terlarang yang yang disingkat menjadi NARKOBA atau juga dikenal dengan istilah Narkotik, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) merupakan salah satu bahan/zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan/psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan secara fisik maupun secara psikologi.

Menurut UU RI No.22/1997 narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintetis bukan narkotik yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

 

  • Jenis – Jenis Narkoba
  1. Opium

Opium berasal dari kata “opium” yang merupakan jus dari bunga opium. Opium digunakan berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit (mencegah batuk, diare dll).

Gejala-gejala yang ditimbulkan opium :

  1. Perasaan tenang dan bahagia
  2. Acuh tak acuh (apatis)
  3. Malas bergerak
  4. Mengantuk
  5. Rasa mual
  6. Bicara cadel
  7. Pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
  8. Gangguan perhatian/daya ingat
  9. Ganja

Ganja dikenal dapat memicu psikosis, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang (gen). Ganja juga bisa memicu dan mencampuradukan antar kecemasan dan depresi.

Gejala yang ditimbulkan dari penggunaan ganja :

  1. Rasa senang dan bahagia
  2. Santai dan lemah
  3. Acuh tak acuh
  4. Mata merah
  5. Nafsu makan meningkat
  6. Mulut kering
  7. Pengendalian diri dan konsentrasi kurang
  8. Depresi dan sering menguap/mengantuk
  9. Amfetamin (sahbu, ekstasi)

Ectasy (methylen dioxy methamphetamine)/MDMA adalah salah satu jenis narkoba yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet. Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekurangan cairan tubuh dapat terjadi akibat dari pengerahan  tenaga yang tinggi dan lama, yang sering menyebabkan kematian.

Gejala-gejala penggunaan amfetamin :

  1. Kewaspadaan meningkat
  2. Bergairah
  3. Rasa senang/bahagia
  4. Pupil mata melebar
  5. Denyut nadi dan tekanan darah meningkat
  6. Susah tidur (insomnia)
  7. Hilang nafsu makan
  8. Kokain

Kokain adalah salah satu zat adiktif yang sering disalahgunakan. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon Coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapat efek stimulan, seperti untuk meningkatkan daya tahan, stamina, mengurangi kelelahan, rasa lapar dan untuk memberikan efek euforia.

Gejala yang ditimbulkan dari penggunaan kokain :

  1. Gelisah dan denyut nadi meningkat
  2. Euforia/rasa gembira berlebihan
  3. Banyak bicara dan kewaspadaan meningkat
  4. Kejang dan tekanan darah meningkat
  5. Berkeringat dan mudah berkelahi
  6. Penyumbatan pembuluh darah
  7. Distonia (kekakuan otot leher)

 

  • Penyalahgunaan Narkoba

Narkoba memiliki bahaya yang sangat besar, bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga masa depan. Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan rusaknya organ tubuh, selain itu juga menimbulkan penyakit yang berbahaya sulit untuk disembuhkan, seperti kanker, paru-paru, HIV/AIDS, hepatitis, bahkan penyakit jiwa.

 

  • Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

Faktor yang mendorong :

  • Pengendalian diri yang lemah
  • Kondisi kehidupan keluarga
  • Temperamen sulit
  • Mengalami gangguan perilaku
  • Suka menyendiri dan berontak
  • Prestasi sekolah yang rendah
  • Tidak terima di terima di kelompok
  • Berteman dengan pemakai
  • Faktor Individual

Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri-ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan Narkoba, seperti kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, murung, pemalu, pendiam dan sebagainya.

  • Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan kurang baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat, seperti komunikasi orang tua dan anak kurang baik, orang tua yang bercerai, orang tua terlalu sibuk, acuh tak acuh,otoriter dan sebagainya.

 

  • Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
  • Peran Remaja

Pelatihan keterampilan, kegiatan alternatif untuk mengisi waktu luang, seperti : kegiatan olahraga, ksenian, dll.

  • Peran Orang Tua
  • Menciptakan rumah yang sehat, serasi, harmonis, cinta, kasih sayang dam komunikasi terbuka.
  • Mengasuh, mendidik anak dengan baik
  • Menjadi contoh yang baik
  • Menjadi pengawas yang baik

Bahaya Merokok

Salah satu bahaya utama akan kita dapatkan dari rokok adalah menderita penyakit jantung. Diperkirakan 20% kematian akibat penyakit jantung dikarenakan kebiasaan merokok. Selain itu masih banyak efek negatif lainnya dari rokok.

Lebih dari 4000 bahan kimia yang terkandung dalam sebatang rokok. Ratusan diantaranya zat beracun dan sekitar 70 bahan di dalmnya bersifat kanker.

Berikut ini adalah beberapa bahan-bahan berbahaya yang terdapat pada sebatang rokok, antara lain :

  • Karbon monoksida

Karbon monoksida sering ditemukannpada sapa knalpot mobil ini bisa mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen sehingga menghalangi penyediaan oksigen ke tubuh. Hal inilah yang membuat orang yang sering merokok sering cepat lelah

  • Tar

Tar akan masuk ke dalam tubuh ketika kita menghisap rokok. Tar akan mengendap di paru-paru dan berdampak negatif pada kinerja rambut kecil yang melapisi paru-paru yang bertugas untuk membersihkan kuman dan hal lainnya yang keluar dari paru-paru.

  • Gas Oksidan

Gas oksidan akan bereaksi ketika bertemu dengan oksigen. Ketika Gas oksidan masuk ke dalam tubuh, maka akan meningkatkan resiko terkena penyakit stroke dan serangan jantung akibat penggumpalan darah.

  • Benzene

Benzene biasanya terdapat dalam bahan bakar minyak yang jika masuk ke dalam tubuh dapat merusak sel dan juga dapat memicu penyakit kanker ginjal dan leukimia.

Selain itu, terdapat bahan-bahan lain seperti arsenic yang digunakan dalam pestisida, toluene yang terdapat pada pengencer cat, formaldeyde yang digunakan untuk mengawetkan mayat, hydrogen cyanide yang merupakan bahan untuk pembuatan senjata kimia, dan cadnium yang merupakan bahan untuk membuat baterai.

 

Selain serangan jantung, merokok juga menyebabkan penyakit stroke, bau mulut dan gigi bernoda, kanker lidah, tenggorokan, bibir, pita suara, kanker paru-paru, bronkitis, pneumonia, emfisema, asam lambung, kanker lambung, osteoporosis, penuaan dini, kerutan, gangguan sistem reproduksi dan kesuburan, impotensi, mengurangi produksi sperma, kanker testis, kanker serviks, dan infeksi human papillomavirus atau HPV.

Sumber :

– http://lamongankab.go.id/instansi/dinkes/phbs/

http://lingk-sehat.blogspot.co.id/2012/12/phbs-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat.html

http://perilakuhidupbersihsehat.com/apa-itu-phbs/

http://www.unicef.org/indonesia/PHSDalamKedaruratan.pdf

http://www.kompasiana.com/itnaibaho.blogspot.com/saatnya-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-diterapkan-di-rumah-dan-dijadikan-sebagai-kurikulum-untuk-diaplikasikan-demi-kesehatan-anak-bangsa_54f38780745513902b6c7955

http://puskesmasbatuputihberau.wordpress.com/promkes/info-kesehatan/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs-di-sekolah/

http://rt36kampoengcyber.com/details.php?aid=105&catid=&inpage=articles

http://web.rshs.or.id/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs-di-fasilitas-pelayanan-kesehatan/

http://dedihumas.bnn.go.id/read/section/artikel/2014/03/10/929/pengertian-narkoba

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *